Cara Mengatasi Rematik Dengan olah Raga Ringan

Posted by Unknown Nov 30, 2012 0 komentar
  Penyakit rematik ada ratusan jenisnya. Rematik jenis peradangan yang disebabkan asam urat termasuk jenis banyak yang ditemui di Indonesia. , ini. Hampir seluruh penduduk dunia pernah mengalami nyeri atau pegal di bagian tubuhnya. Jangan anggap sepele, karena pegal ini bisa jadi gejala rematik. Tua muda, bahkan anak-anak bisa terserang rematik.

Siapa sangka bila 80% penduduk dunia pernah mengalami nyeri pinggang. Berarti, 8 dari 10 orang di dunia penah kena rematik karena nyeri pinggang ini termasuk dalam gejala rematik. Cakupan pengertian tentang rematik memang cukup luas. Nyeri, pembengkakan, kemerahan,
gangguan fungsi sendi dan jaringan di sekitarnya termasuk gejala rematik. Bahkan, semua gangguan pada daerah sendi, otot, dan tendon disebut rematik. Rematik terdiri dari lebih 100 jenis. Tapi, ada empat jenis rematik yang sering dijumpai di Indonesia, yakni osteoarthritis yang disebabkan oleh pengapuran; rematik luar sendi yang menyerang jaringan di luar tulang rawan; rematik peradangan dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

Sekitar 50% keluhan nyeri sendi disebabkan oleh pengapuran. Pengapuran berarti menipisnya jaringan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan persendian. Bantalan yang aus menyebabkan terjadinya gesekan tulang sehingga menimbulkan nyeri. Pengapuran ini merupakan proses degenerasi yang dimulai pada usia 40 tahun. Sayangnya belum ditemukan obat untuk penyembuhan pengapuran. Pengobatan yang diberikan sekadar untuk menghilangkan gejala. Jika sudah benar-benar rusak, harus dilakukan operasi penggantian sendi.

Pada usia muda umumnya rematik disebabkan oleh peradangan. Peradangan ini bisa disebabkan karena asam urat atau sebab lain. Rematik karena asam urat banyak dijumpai pada pria berusia 30-40-an. Hal ini terjadi karena kelebihan hasil metabolisme purin yang tertimbun di persendian. Timbunan ini yang  menimbulkan rasa sakit di persendian. Sedangkan Rheuumatoid Arthritis (RA) termasuk peradangan persendian yang penyebanya masih belum diektahui. Menurut Encyclopedia of Public Health, telah ada indikasi bahwa pola-pola genetik bertanggung jawab terhadap timbulnya penyakit ini.

RA bisa menyerang siapapun termasuk balita. Peradangan penyakit ini terjadi pada jaringan synovial yang terdapat dalam persendian. Jaringan ini berfungsi untuk menghasilkan cairan pelumas dalam sendi. Pada pasien RA, jaringan ini membengkak dan banyak menunjukkan sel yang meradang. Pengobatan rematik yang benar membutuhkan diagnosa yang tepat mengingat rematik terdiri dari ratusan jenis. Pasien rematik akan menjalani tes darah dan foto rontgen untuk didiagnosa jenis rematiknya. Setelah itu bisa diputuskan program dan lamanya pengobatan.

Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat.Pasalnya, jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot dan membangung tulang yang kuat tanpa menganggu persendian yang sakit. Untuk melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis supaya mengetahui gerakan-gerakan terbaik. Bulutangkis, voli, tenis, joging, beladiri sebaiknya tidak dilakukan, apalagi ketika rematik jenis asam urat ini sedang kumat yang umumnya menyerang ibu jari kaki. Berdiri terlalu lama seperti menghadiri upacara bendera sebaiknya dihindari saat rematik kumat.

Baca Selengkapnya ....

Mengenal Kanker Serviks

Posted by Unknown Nov 28, 2012 0 komentar
Apa itu Kanker Serviks?
 
Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim. Kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim dimulai pada lapisan serviks.
Kanker serviks terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia. Mereka dapat ditemukan dengan tes Pap Smear dan dapat diobati untuk mencegah terjadinya kanker.
Untuk dapat memahami kanker serviks, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu anatomi rahim wanita.

Anatomi Rahim wanita

 
Leher rahim (serviks) adalah bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian. Bagian atas, disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Leher rahim, di bagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir.
 Gambar organ reproduksi wanita:

 


Ada 2 jenis utama kanker serviks. Sekitar 8-9 dari 10 jenis yang ada adalah karsinoma sel skuamosa. Di bawah mikroskop, kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel seperti sel-sel skuamosa yang menutupi permukaan serviks. Sebagian besar sisanya adalah adenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir. Jarang terjadi, kanker serviks memiliki kedua jenis fitur diatas dan disebut karsinoma campuran. Jenis lainnya (seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma) yang paling sering terjadi di bagian lain dari tubuh. Jika Anda memiliki kanker serviks, mintalah dokter Anda untuk menjelaskan jenis kanker apa yang Anda miliki.
Berapa banyak wanita terkena kanker serviks ?


Jumlah prevalensi wanita pengidap kanker serviks di Indonesia terbilang cukup besar. Setiap hari, ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25 orang. Sementara jumlah wanita yang berisiko mengidapnya mencapai 48 juta orang. Dokter Laila Nuranna SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Obstetri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar kasus kanker serviks yang terdeteksi di rumah sakit sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. "Jika kanker ditemukan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah dan tingkat harapan hidup lebih besar," katanya saat Diskusi Kampanye dan Upaya Penanganan Kanker Serviks di Hotel Lumire Jakarta, Senin 12 April 2010.


Beberapa peneliti berpikir bahwa kanker serviks non-invasif (yang hanya terjadi di leher rahim ketika ditemukan) adalah sekitar 4 kali lebih umum daripada jenis kanker serviks yang invasif. Ketika ditemukan dan diobati secara dini, kanker serviks seringkali dapat disembuhkan.
Kanker serviks cenderung terjadi pada wanita paruh baya. Kebanyakan kasus ditemukan pada wanita yang dibawah 50 tahun. Ini jarang terjadi pada wanita muda (usia 20 tahunan). Banyak wanita tidak tahu bahwa ketika menjadi tua, mereka masih beresiko terkena kanker serviks. Itulah sebabnya penting bagi wanita lebih tua untuk tetap menjalani tes Pap Smear secara teratur

Baca Selengkapnya ....

Cara Sehat Makan Daging

Posted by Unknown 0 komentar
 Daging sering dikaitkan dengan lemak dan kolesterol. Siapa yang sering makan daging juga dapat menyebabkan kegemukan. Tapi diet makanan berlemak tinggi seperti daging juga memicu beragam penyakit.
Selama beberapa tahun terakhir, daging merah selalu dianggap bahan makanan yang harus dihindari. Banyak orang yang telah berjanji kepada dirinya sendiri tak akan menyantap daging, baik steak, burger atau ayam goreng. Makanan berserat dan sea food yang diyakini tidak mengandung lemak jadi pilihan. Memang, menjaga berat badan dengan memangkas lemak tubuh berperan penting dalam mencegah penyakit seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Menurut survei yang dilakukan National Health and Nutrition Examination, tiga dari empat orang di Amerika Serikat meninggal karena kanker atau sakit jantung setiap tahun, akibat gaya hidup tidak sehat. Orang kegemukan perlu energi lebih untuk bernapas sehingga jantung bekerja keras dalam memompa darah, yang membuatnya membesar dan berkait pada hipertensi serta gangguan irama jantung.

Orang kegemukan juga cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi, yang membuatnya rentan terkena anterosklerosis. Bila pembuluh darah menyempit, organ vital seperti otak, jantung dan ginjal akan kekurangan darah. Jantung pun memompa lebih keras lagi dan tekanan darah meningkat. Hipertensi dapat menyebabkan serangan jantung, gagal ginjal dan stroke. Sekitar 25 persen masalah pada pembuluh darah dan jantung terkait dengan obesitas. Studi klinis menemukan hubungan antara lemak tubuh berlebih dengan kejadian kanker. Lemak menjadi tempat subur bagi karsinogenik (zat kimia pemicu kanker). Pada wanita lemak ini berhubungan dengan tingginya risiko kanker payudara dan rahim, sedangkan pada pria
berkaitan dengan kanker kolon dan prostat.
Namun, kekuatiran itu sedikit berkurang, setelah Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan dalam teknis berternak dan memotong dalam industri daging. Hasilnya adalah daging potong yang memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan 25 tahun yang lalu.

Anda yang selama ini anti daging karena menghindari lemak tentu bisa menikmati daging tanpa takut gemuk. Sebetulnya, menghindari daging bukan tindakan bijak kecuali anda penganut vegetarian. Pasalnya, daging merah adalah sumber protein yang baik dan kaya dengan mineral-mineral yang sangat penting buat tubuh seperti zat besi, seng, dan mangan serta vitamin-vitamin B seperti tiamin, riboflavin dan niasin. Untuk menghindari lemak, anda mungkin bisa memilih daging atau bagian daging yang mengandung sedikit lemak.
Di balik kelezatan daging kambing yang disebut-sebut sebagai pemicu hipertensi, ternyata daging kambing mengandung lemak dan kalori lebih rendah ketimbang daging ternak lainnya. Dalam 100 gram daging kambing mengandung 154 kalori, lemak 9,2 mg, lemak jenuh 3,6 mg. Sedangkan pada 100 gram daging sapi, terdapat 207 kalori 14 mg lemak, 51 mg lemak jenuh. Sedangkan pada 100 gram daging babi, terkandung 376 kalori, 35 mg lemak, 11,3 mg lemak jenuh. Pada daging ayam, 302 kalori, 25 mg lemak, 0,9 mg lemak jenuh. Demikian data yang dikompilasi dari Daffar Komposisi Bahan Makanan terbitan Depkes RI dan buku Penuntun Diet.

Beberapa ahli gizi berpendapat bahwa daging  kambing dianggap paling baik dikonsumsi dan
cocok sebagai pilihan bagi orang yang sedang berdiet, karena derajat keasamannya hampir mendekati PH tubuh manusia sehingga tubuh sangat mudah menyesuaikan diri.
Anda bisa terus mengkonsumsi daging dengan meminimalkan risiko bertambahnya berat
badan atau meningkatnya kolesterol atau penyakit degeneratif dengan tip-tip berikut:

- Jika Anda membeli daging impor di supermarket. lakukan pengecekan pada label atau   tanyakan   kepada penjual, kelas berapa daging yang anda beli. Label "SelecC', yang   sebelumnya dikenal  dengan label "Good", adalah daging yang paling rendah lemaknya. Label   "Choice" mengandung  sedikit lebih tinggi lemaknya, dan "Prime" adalah daging yang   lemaknya paling tinggi.
- Batasilah jumlah makan daging semacam sosis dari daging sapi.
- Pisahkah lemak dari daging sebelum memasaknya.
- Lebih balk daging tersebut dipanggang ketimbang digoreng sebelum Anda makan.
- Batasilah setiap porsi makanan dengan daging yang beratnya 3 sampai 5 ons saja.
- Janganlah memakan lebih dari lima sampai tujuh porsi daging dalam setiap minggunya.

Baca Selengkapnya ....

Osteoporosis (Tulang Keropos) Bisa Menyerang Kaum Muda

Posted by Unknown Nov 27, 2012 0 komentar
 Bila anda tergolong muda dan dalam usia produktif, dianjurkan perbanyak konsumsi kalsium dan  perbaikan gizi. Karena, jika tidak, anda  kemungkinan akan menjadi sasaran empuk penyakit keropos tulang yang tidak pandang usia.
Sebelumnya, para pakar kesehatan memperkirakan penyakit keropos tulang (osteoporosis) hanya  menyerang manusia lanjut usia (lansia) 50 tahun ke atas. Tapi. kenyataannya, sudah menghantam orang berusia produktif sejak umur 28 tahun. Kenyataan tersebut tentunya sangat mengejutkan. Menurut Lula Kamal,mengungkapkan temuannya atas sejumlah wanita yang berusia 28 tahun sudah terkena keropos tulang.

"Saya mendapatkan sejumlah pasien di rumah sakit terkena keropos tulang pada usia 28 tahun. Gejala ini patut diwaspadai karena selama ini ada anggapan bahwa keropos tulang terjadi pada manusia lanjut usia, khususnya wanita," ujar dokter Lula Kamal di Jakarta, pada acara di Medan beberapa waktu yang lalu.Menurut dia, angka penderita keropos tulang pada usia dini memang belum ada di Indonesia. Demikian juga jumlah penderita keropos tulang pada lansia, di Indonesia belum ada. Sebagai rujukan, lanjutnya, di Amerika Serikat terdapat 10 juta penderita keropos tulang, terdiri dari 8 juta perempuan dan 2 juta laki-laki. Negara maju seperti Amerika Serikat, menurut dia, satu dari dua perempuan berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang yang berhubungan dengan keropos tulang. Satu dari empat laki-laki di Negeri Paman Sam itu, yang berusia di atas 50 tahun, mengalami patah tulang karena osteoporosis.

Namun, lanjutnya penderita keropos tulang di Indonesia diduga meningkat setiap tahun karena pola makan di negara berkembang seperti Indonesia kurang mendapatkan perhatian khususnya makanan yang mengandung kalsium yang mampu membentuk tulang.
Osteoporosis adalah suatu penyakit dimana tulang menjadi rapuh dan menjadi mudah retak
dan patah akibat massa tulang yang rendah
. Keropos tulang, biasanya tidak menimbulkan gejala dan proses pengurangan massa tulang berlangsung tanpa disadari.

Keropos tulang dapat diketahui, jika terjadi patah tulang karena jatuh, gerakan tiba-tiba, tarikan kuat, serta timbulnya rasa sakit yang hebat karena retak/patah tulang. Tulang yang paling sering mengalami patah adalah pergelangan tangan, tulang belakang, dan tulang pinggul. Ada seorang pasien diketahui menderita keropos tulang ketika melakukan pergerakan yang membuat tulang pinggulnya retak. Pasien yang baru berusia 28 tahun setelah diperiksa secara intensif di rumah sakit, ternyata tulangnya sudah seperti sarang tawon, keropos di dalam.

Faktor risiko keropos tulang, menurutnya, disebabkan oleh usia, perempuan proses penghancuran massa tulang menjadi lebih cepat setelah memasuki monopause, kurus atau rangka kecil, massa tulang yang rendah, riwayat keluarga, kekurangan hormon estrogren, kekurangan vitamin D, kadar hormon testosteron yang rendah pada laki-laki, kurang makanan kalsium, kurang berolahraga, perokok dan peminum. Jadi, lanjutnya selain usia di atas 50 tahun, ternyata usia produktifpun tidak tertutup kemungkinan mendapatkan serangan keropos tulang. Untuk mendapatkan pengecekan keropos tulang, lanjutnya, dapat dilakukan screening
untuk mengetahui keadaan massa tulang. Kemudian, lanjutnya, dapat digunakan densitrometri untuk screening awal dan rontgen tulang di rumah sakit. Menurut, Prof. Muhilal pakar gizi di Indonesia jumlah penderita keropos tulang di negara ini diperkirakan meningkat dari tahun ke tahun, karena pola makan kurang memperhatikan kecukupan kalsium dari kandungan makanan yang dikonsumsi.

"Saya memang tidak punya angka pasti jumlah penderita keropos tulang di negeri ini. Namun,penderita keropos tulang di Indonesia diperkirakan meningkat setiap tahun," ujarnya.
Di negara maju seperti AS, lanjutnya, penderita keropos tulang sekitar 38% dari jumlah penduduk berusia 50 tahun ke atas. Malahan, tambahnya, angka penderita keropos tulang akhir-akhir ini meningkat menjadi 50% dari jumlah penduduk berusia 50 tahun ke atas. Dia perkirakan jumlah penderita keropos tulang di Indonesia cukup tinggi. Sejauh ini, kata ahli gizi itu, angka penderita keropos tulang di Indonesia belum ada. Departemen Kesehatan sendiri, lanjutnya, belum membuat perkiraan angka penderita penyakit yang menggerogoti batang tulang tersebut.

Lula Kamal sendiri mengakui di Indonesia sudah ada kasus keropos tulang ditemukan pada usia muda. Dirinya juga merawat sejumlah pasien keropos tulang berusia 28 tahun saat ini.
Jadi, keropos tulang ternyata bukan hanya menyerang orang berusia lanjut. Karena peluang terserang keropos tulang di Indonesia jauh lebih tinggi, dimenganjurkan masyarakat mengantisipasi munculnya penyakit keropos tulang dengan mengonsumsi kalsium lebih banyak. Biaya untuk merawat penyakit keropos tulang, jauh lebih besar dibandingkan dengan penyakit jantung. Penyakit keropos tulang, jelasnya, gejalanya tidak disadari dan sulit dirasakan. Sedangkan penyakit jantung, lanjutnya, biasanya dimulai dengan tanda-tanda
sesak atau sakit di dada, sehingga mudah dideteksi.

Risiko terserang penyakit tulang keropos lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan pria, karena sewaktu melahirkan perempuan lebih banyak mengeluarkan kalsium. Demikian juga ketika menyusui bayi, si ibu membagi kalsium dengan anaknya, sehingga tabungan kalsium dalam tubuh perempuan semakin berkurang. Setelah perempuan menopause, kemungkinan terserang keropos tulang jauh lebih tinggi..

Baca Selengkapnya ....

Manfaat Buah Delima Bagi Penderita HIV/AIDS

Posted by Unknown Nov 26, 2012 0 komentar
 Delima merupakan salah satu buah yang tertulis di dalam Al-Qur'an. Tidaklah heran bila Allah mengabadikannya di dalam kitab suci. Karena, ternyata,Buah delima sangat bermanfaat bagi orang dengan HIV/AIDS. Sebagaimana zaitun, jahe, anggur dan buah tin yang telah tertulis di dalam kitab suci agama samawi lain sebelumnya. Dari sejarah dapat diketahui bahwa buah delima selain untuk dimakan juga digunakan sebagai obat ribuan tahun silam.  Dan kini dilaporkan delima yang memiliki nama latin 'punica granatum' baik dikonsumsi oleh para penderita HIV/AIDS.

Tanaman delima berasal dari Persia, Kurdistan dan Afghanistan. Kemudian disebarkan ke daerah Mideterania oleh suku bangsa Phoenisia. Saat ini negara penghasil delima adalah Spanyol yang mengekspornya ke Inggris, Italia, Perancis. Namun, sayang di Indonesia delima malah dijadikan tanaman hias. Bentuk buah delima cukup unik. isi buahnya ada yang berwarna ungu bening dan ada juga yang putih seperti kristal, mengandung biji kecil. isi buah inilah yang terasa manis-asam-segar kalau dimakan. Mengkonsumsi buah delima sebaiknya
dikunyah bersama bizinya.

Sebagai bahan makanan, kandungan gizi buah delima cukup baik terutama untuk sumber kalium 250mg/100gram. Mineral kalium berfungsi menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, mengatur keluar masuk zat gizi dari dan ke dalam sel, menenangkan denyut jantung yang dipacu oleh mineral kalsium. Mineral kalium juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, serta terlibat dalam berbagai fungsi biologis di dalam tubuh. Nilai zat gizi lainnya seperti energi (65 kalori),protein (0,5 gram), lemak (0,3 gram) dan karbohidrat (16,4 gram).Kandungan vitamin dan mineral delima secara nominal kecil, tpi tetap memberikan kontribusi untuk mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan dalam tubuh.

Dari aspek medis, mulai dari akar, daun, kulit batang, buah, biji hingga kulit buahnya dapat diramusebagai salah satu obat alami yang digunakan untuk pengobatan alternatif beberapa jenis penyakit. efek medis delima tersebut terutama berasal dari kandungan senyawa alkaloid dan tanin serta senyawa lainnya. Menurut Ronald R Watson dan Jeomin Lee dari Arizona Prevention Center di Tucson Arizona, manfaat delima untuk ODHA antara lain karena memiliki efek antibakteri dan antiviral yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tampak dalam tes 'in vitro' terhadap bakteri.

Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut: Alkaloid dan tanin yang diekstrak dari akar delima ternyata dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Juga dapat menghambat pertumbuhan cacing hati (E.histolyca) dan cacing pita (E.Invadens). Jamu yang mengandung ekstrak buah delima (buah, biji dan kulitnya) dapat digunakan untuk mengendalikan virus polio, virus herpes sinplex dan untuk menggempur virus HIV-1.Tanin senyawa polifenol yang terdapat pada buah delima menunjukkan efek pencegahan terhadap keganasan mikroba patogen yang bersifat oportunis yang banyak terdapat dapat dalam tubuh ODHA. Bioflavanoid, senyawa tanaman yang tidak beracun, akan membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh.

Bioflavanoid yang terdapat pada sebuah delima bersifat antioksidan yang akan meredam keganasan radikal bebas oksigen, mencegah perusakan lemak menjadi leukotrien, senyawa penyebab peradangan kanker dan pembiakan organisme patogen yang akan merusak kesehatan. Namun, selain manfaatnya, perlu diwaspadai pula efek samping ekstrak delima seperti ada iritasi pada lidah dan esofagus serta alergi. Sebagai pengobatan alternatif atau komplementer, kedua peneliti tersebut juga mengingatkan bahwa manfaat buah delima bagi
ODHA perlu dilakukan lebih mendetail lagi pada in vito mereka agar didapatkan manfaat yang lebih besar lagi bagi kesehatan ODHA.

Baca Selengkapnya ....